Selasa, 15 Juli 2014

Katong Semua Basudara - Angsa Dua Kopan

Kode Barang: Angsa Dua - Seroja Kopan 
Tenun Ikat Kupang 
Kulit Sapi Italy lembut kualitas premium  - Maroon  
Size: P 35 x 25 cm 

Harga Rp. 1.850.000


Kain tenun kupang itu terkenal akan keetnikan dan kecantikannya yang membumi.. siapa sih yang nggak kepincut liat kain secantik ini, apalagi udah berbentuk tas tas cantik.

Temans, sedikit tentang Kupang.. Kupang awalnya adalah berasal dari nama seorang Raja, yaitu Nai Kopan, ia memerintah sebelum bangsa Portugis datang ke Nusa Tenggara Timur.. dan kini Kopan berubah menjadi Kupang. Yang terkenal dengan kain kain cantiknya dan alamnya yang exotic.

Angsa Dua Kopan Series, tas merk asli Indonesia dengan kualitas premium, kali ini menghadirkan koleksi cantik dengan menggunakan kain tenun kupang NTT. Tas tangan etnik dengan kulit sapi Italia berkualitas dengan warna maroon yang mewah.

Kode Barang: Angsa Dua - Hansa Kopan 
Tenun Ikat Kupang 
Kulit sapi Italy lembut kualitas premium - Maroon 
Size: P 27 cm, T 20 cm, L 12 Cm 

Harga Rp. 2.100.000
SOLD 

Kode Barang: Angsa Dua Indira Kopan 
Tenun Ikat Kupang 
Kulit Sapi Italy lembut berkualitas premium - Maroon 
Size: 35 x 28 x 11

Harga Rp. 2.100.000


Temans, kemarin saya hutang janji tentang kearifan lokal Maluku, khususnya Ambon.  Saya tertarik dengan tradisi turun temurun mereka yang dinamakan Pela.

Kalau merujuk pada kearifan lokal Ambon ini, harusnya masyarakat Ambon tidak mudah dipecah belah hanya karena perbedaan keyakinan.

Pela itu semacam pengikat yang mempersatukan suku suku, kampung dan desa desa di Maluku. Jika sebuah desa telah melakukan perjanjian pela dengan desa tertentu (bisa satu atau lebih), maka mereka adalah bersaudara meskipun berbeda Agama.. mereka diwajibkan untuk saling melindungi dan membantu layaknya saudara.. Bahkan tidak boleh menikah.

Saudara sepela juga wajib saling tolong menolong dalam pengerjaan berbagai proyek untuk fasilitas umum, seperti pembangunan Masjid, Gereja, Sekolah dsb.

Dan ini telah berlangsung sejak lama, jauh sebelum kedatangan para penjajah... dan selama itulah mereka hidup saling berdampingan, damai tentram hingga kerusuhan bernuansa Sara melanda Ambon beberapa waktu lalu.

Hanya pihak ketiga yang memiliki kepentinganlah yang memecah belah persaudaraan di Ambon.. kita lengah, kita terbelah, kita terpecah dan terpedaya oleh nafsu ingin "sewarna" padahal kita semua tahu, warna warni yang berbedalah membuat kita terllihat indah.

Semoga tidak adalagi pertumpahan darah di Ambon..  Katong samua basudara!
Salam cinta, untuk Indonesia besatu dari kami di istana imut Pondok Kelapa :*

Angsa Dua, Indonesian premium artwork, inspired by Indonesian Royal Heritage.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar