Kamis, 01 Oktober 2015

Kisah Di Balik Aroma

foto tas: Tas Tenun Pahikung Angsa Dua Arsa

Haaaiiii... sahabat Angsa Dua tercintaaah, kamu termasuk orang yang suka moody menjelang Haid?
Hihihi.. kamu nggak sendiri, saya juga.. rasanya mau 'nelen' orang hidup hidup yaa?! Padahal dibalado lebih enak loh.. yuck! Apaan sih..

Kalau mood lagi kurang oke biasanya malas mau apa aja, termasuk dandan dan dress up, ya kan? Kalau saya, biasanya cukuplah dengan menyemprotkan parfum favorit. Oke juga sebagai aromatherapy. Kalau kamu?

Selain sebagai aromatherapy, wewangian adalah salah satu hal yang bisa membawa kita kepada kenangan akan sesuatu.. bisa itu seseorang, kota, masa sekolah, masa kanak kanak dll.

Yang paling sering membawa saya ke masa lalu itu adalah aroma rumput di pagi hari, melati dan irisan daun pandan. Ini mengingatkan masa kecil saya di Pariaman. Aroma rumput pagi hari terkena embun pagi itu segar sekali, ingat pagi pagi mau berangkat ke sekolah TK.

Sedangkan aroma bunga melati dan irisan daun pandan, ini mengingatkan saya kepada almarhumah nenek kesayangan saya, yang senang menaburkan dua hal tadi di tempat tidurnya sebagai wewangian. Hmmm jadi kangeeen.

Sebenarnya ada satu lagi aroma dari alam yang saya suka, aroma bunga anggrek liar yang tumbuh di pohon jambu di samping rumah kami dulu. Entah apa nama jenis anggreknya, bunganya putih dengan kelopak kecil.

Kalau parfum? Ya parfum Bvlgari Jasmin Noir beraroma melati dan Hermes Merveilles yang beraroma rempah.. tinggal ditambahin santan jadi kare hahahah... sstttt... Hermes Merveilles ini dari suami saya jadi mesti di muliakan :D Maap juragan.. sambil kedip kedip bulu mata.

Gitu deeh temans cerita saya tentang aroma dan perfume.. ditunggu ya, launching parfum Angsa Dua-nya.. ;) Aamiin

Salam sayang bearoma rempah dari kami di Angsa Dua :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar