Sabtu, 10 Oktober 2015

V for Victory - Ketika Gula Menggantikan Madu ;)




Selamat pagiii sahabat Angsa Dua tercinta..  V for Victory begitu katanya, dan itu adalah arti dari nama anak (insha Allah ) bungsu saya Faiza :D 

Kalau mendengar kata kata 'Victory', 'Victoria' selalu mengingatkan saya akan kerajaan Inggris Raya.. The Victorian Era. Masa di mana kerajaan Inggris dipimpin oleh seorang Ratu bernama Queen Victoria (1837 - 1901)

Entahlah, mungkin sedikit rasa 'kagum' terbesit dan masuk ke dalam bawah sadar saya.. #halaaaah

Bayangkan , negara sekecil itu dulu, bahkan hingga hari ini mampu menaklukan/menguasai banyak negara. Makanya kita sering kan tuh mendengar, negara persemakmuran Inggris raya. 

Okaay saya nggak bercerita ngebahas sejarah Kerajaan orang, berat amat ceritanya.. nanti dimarahi pakar sejarah, karena salah sebut timeline, salah sebut ini dan itu terus nanti saya dituntut, dibully dan masuk penjara pula #ngumpet masuk kolong meja yang tak berkolong. 

Saya cuma mau cerita Gula dan Madu doang :D | Panjang beneeer mukadimahnyeee..|

Jadi jaman dulu kerajaan Inggris menggunakan madu sebagai pemanis pada minuman teh mereka, hingga mereka menemukan gula pasir pada salah satu negara jajahan mereka. (Eropa baru kenal gula pasir pada abat ke 11 - perang salib ) 

Gula menjadi barang mewah dan simbol status sosial seseorang jaman itu, Hingga banyak bangsawan bangsawan jaman dulu tidak saja memasukan gula pada minuman mereka, tetapi merubah gula menjadi patung dan ragam hiasan. 

Eeehhh.. ternyata setelah bertahun tahun eforia dengan gula.. mereka baru tahu setelah ada penelitian kesehatan bahwa gula memberikan efek samping yang kurang baik bagi kesehatan. 

Akhirnya mereka kembali lagi deeh minum madu, dan gula kembali milik semua golongan. 

Kalau sayaaa? saya penikmat madu.. teh hijau dan madu adalah yang terbaik.

Terus hubungan sama Tas Angsa Dua kara ini? Tas ini cantik untuk menemani kita minum teh sore sore bareng teman. Mau pakai gula atau madu terserah ;) 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar