Kamis, 26 November 2015

Antara Tas Tenun Arsa dan Solar Panel :D


Kode Barang: ANGSADUA - Arsa Bal
Tas Songket Bali 
Medium 
Size: P 40 cm, T 22 cm, L 20 cm 
Harga Rp. 2.450.000


Haaii Sahabat ANGSADUA tercintaaa... apakabar diri mu yang indah itu hari ini? 
Sukaaa deh sama si Arsa ini, tas tenun cantik dan unik ini terlihat trendy dan modern dengan bercirikan khas Indonesia tercinta.. sesuai dengan tagline kami "share the beauty of Indonesia". 

Kamu bisa bawa 'Indonesia' mu ke belahan dunia manapun kamu pergi.

Ada dua pilihan kain saat ini, ada songket Bali dan ada tenun ikat ayotupasKeduanya menggunakan pewarna alam yang ramah bagi lingkungan dan tentunya tidak mencemari sungai dan tanah tempat ia ditenun.

Penempatan motif pada tas tenun arsa ini oke banget.. tepat dan cantik. Dikerjakan oleh artisan berpengalaman dan perfeksionis. Saya suka sekali dengan detail detail manis di tas tenun Arsa ini. 

Tas asli Indonesia yang bikin hati 'Pede' memakainya ;) 
Tampak atas

Samping 

Kode Barang: ANGSADUA - Arsa Ayotupas
Tas Songket Bali 
Medium 
Size: P 40 cm, T 22 cm, L 20 cm 
Harga Tas Kain Biboki Rp. 2.250.000




Samping

Bicara ramah lingkungan.. kayaknya keren juga kalau Indonesia mulai pelan pelan menggunakan pembangkit listrik alternatif, seperti yang sedang ramai dilakukan oleh warga Australia belakangan ini. 

Ketika bahan bakar fosil yang kabarnya mulai menipis itu mulai memicu kekhawatiran kurangnya supply listrik di masa depan, dampak dari bekas penambangnnya pun merugikan masyarakat sekitarnya. Belum lagi kerusakan hutan yang diakibatkannya. 

Sedangkan menggunakan tenaga Nuklir..? Hingga kini meninggalkan trauma pada masyarakat Jepang, yang beberapa waktu lalu pembangkit listrik nuklirnya meledak dan mengeluarkan zat radio aktif yang sangat berbahaya bagi kita dan lingkungan hidup di sekitarnya.  

Indonesia yang kaya banget dengan sinar matahari ada baiknya mulai menggunakan solar panel atau listrik tenaga surya. 

Saya membayangkan rumah rumah kita nanti atapnya terpasang solar panel, hhmm kayaknya lucu jugaa :D

Solar panel roof - image http://www.hgtv.com/


Mungkin saat ini teknologinya belum sempurna karena kita kurang serius menanggapinya, dianggap tidak terlalu penting. Di Indonesia pun peralatannya masih terbilang mahal. 

Semoga suatu saat nanti ketika teknologinya sudah berkembang dan sudah banyak beredar di pasaran harga solar panel bisa terjangkau dan bisa dipasang hingga ke pelosok tanah air terutama daerah yang listriknya sering padam. 

Ada pertanyaan kritis dari anak saya Rafi..

"kalau musim hujan gimana Mamap..?"

"Oooh nanti kita switched pakai pembangkit listrik tenaga angin.."

"kalau ga ada angin... ?"

Wiiih jadi panjang kalau Rafi mulai nanya... hahaha...

Aiiih malam malam habis ngomongin tas langsung berubah jadi ngomongin energi alternatif.. hihihi...

Ga papa ya booo...

Yuks ah diorder solar panelnya.. ooppss maksud kami tas tenunnya ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar