Minggu, 08 November 2015

Sepenggal Cerita Tentang Songket Palembang

Songket Palembang Motif cantik Manis


Selamat sore sahabat Angsa Dua yang indah.. apakabar dunia hari ini? 

Temans.. saya sukaaa sekali dengan kain kain cantik asal Nusantara. Cantik cantik sekali dan selalu ada cerita di balik setiap penciptaannya. 


Kalau songket minang  cenderung warnanya paling banyak 2 tones alias dua warna, dengan motif motif klasik.

Tidak begitu dengan songket Palembang

Songket Palembang hadir dengan banyak pilihan warna dan motif dan kualitas. 

Kain songket Palembang ini dulunya pun hanya digunakan oleh para Raja dan keluarganya.
Karena pada jaman dahulu kala ada seekor kancil mencuri ketimun.. #loh?! Hihihi

Pada jaman dahulu kala setiap lembaran kain songket di pintal dengan benang emas sungguhan dipadu dengan benang sutera. Lalu pengerjaannya pun memakan waktu yang lama. Songket dulu hanya digunakan pada acara acara kebesaran saja. 

Bicara tentang songket Palembang, tentu tidak lepas dengan kerajaan Sriwajayanya.. di sanalah dulu pusat dari kerajaan Sriwijaya. Salah satu kerajaan terbesar di zamannya. 

Sedikit meningatkan kembali temans.. 

Kerajaan Sriwijaya adalah simbol kekuasaan Sumatera awal. Wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya pada abad ke 12 telah meliputi Sumatera, Semenanjung Melayu, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, Filipina dan Srilangka. Sehingga menempatkan kerajaan Sriwajaya sebagai sebuah imperium yang hebat sampai abad ke 13 (Jainal D. Rasul, 2003:77 - Melayu Online).

Daaan ini adalah fakta sejarah yang selalu dibanggakan oleh suami saya yang orang Palembang itu.. Menangnya diaaa, selalu bilang, "Padang itu pernah kami jajah dulu!" Menyebalkan! :p

Oiya, ketemu ini juga waktu saya buka Wikipedia.. dan membuat hati saya bergetar ketika membacanya.. 

Ini adalah surat dari Maharaja Sriwijaya yang wilayahnya dahulu adalah pusat penyebaran Agama Budha kepada Khalifah Arab, Umar Bin Abdul Aziz yang isinya ingin belajar Islam.

" Dari Raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja, yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja, yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah, yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil. Kepada Raja Arab yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah. Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya kepadaku."
— Surat Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz.[32]

Hmm gitu deeh cerita saya hari ini temaans.. yaaah lumayan laaah ya buat cemilan jiwa :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar