Selasa, 16 Mei 2017

Life is Like a Roller Coaster But Never Give Up - Angsadua, Saya dan Indonesia :*


Kode Barang: Tas Angsadua Putri Maumere 
Tenun Lawas Maumere dan Kulit Sapi Premium

Size: P 30, T 32, L 9 cm

Harga Rp. 2.350.000
(Dompet Kimmy dijual terpisah) 

Hellooooow sahabat Angsadua tercintaaa...apakabar dunia hari ini? 

Sudah lama saya perhatikan, hampir semua brand International terutama second line brand seperti Kate Spade, Coach, Longchamp, Michael Kors, Tory Burch dan selevelnya sebagian besar dibuat di Cina. 

Belum lagi brand brand di bawahnya seperti; Guess, FossilZara, Mango, Charles and Keith dll.. Entah bagaimana kabarnya dengan first line branded seperti Louis Vuitton, Gucci, Chanel, Prada, Dior dan kawan kawan 

Barangkali sama juga, makanya mereka hampir tak pernah menuliskan made in-nya... karena kita tahu sendiri upah tenaga kerja sangat mahal di Eropa dan Amerika. 

Tak heran kalau terlalu mudah dipalsukan sampai tak lagi terlihat bedanya yang asli dan yang palsu. 

Dulu saya hampir terpikir untuk memproduksi barang di Cina lalu diberi label Indonesia.. kelihatanya lebih mudah dan murah. 

Udah sempat survey survey dikiit... karena memang banyak kendala produksi di Indonesia. Selain sulitnya mendapatkan bahan baku yang berkualitas baik, juga upah tenaga kerjanya mahal dan hasil produksinya tidak selalu berbanding lurus dengan ongkos pengerjaan.. 

Seriusan untuk hasil produksi ini saya seringkali menangis beneran nangis sampai sesegukan pas lihat hasilnya tak karuan karena tak seperti yang saya bayangkan, yang akhirnya tak bisa saya jual. Bahkan saya pernah membuang 6 buah tas yang sudah jadi karena tak sesuai dengan keinginan saya dari segi kualitas kerapihan dan model yang ngegeser jauh dari gambar kerja yang saya berikan. 

Kebayang gaa.. gimana merah kuning hijaunya hati saya waktu itu, kulitnya pakai kulit Italy yang nggak cuma mahal tapi butuh waktu 3 minggu lebih untuk sampai di Jakarta, lalu pakai songket Minang yang harga perlembarnya saja hampir 6 juta hahaha... 

Saya perfectionist? Nggak jugaaa.. eh dikit sih karena ada standar standar khusus yang saya terapkan pada Tas Angsadua.. Maklum saya dulu pernah kerja lama di Butik First line branded, jadi mata udah terbiasa melihat yang indah indah :D

Ketika keinginan untuk berproduksi di Cina begitu kuat, kemudian saya tersadar, jika saya ikut ikutan produksi di Cina.. maka brand Angsadua ini tidak akan memiliki kebanggaan Indonesia. Tidak ada keunikan, tidak berciri khas, akan sama dengan semua brand luar yang kini membanjiri pasar tanah air. Seragam. 

Untungnya saya punya suami yang selalu mensupport mendukung tiada henti... "Ga papa Mamap... anggap aja itu upah belajar... Ga apa apa mamap... ga usah panik dan terburu buru.. bisnis itu seperti marathon... bukan sprint.. nanti kita cari lagi tukang yang bagus, Ga apa apa Mamap... ga usah terlalu mengejar terget.. anggap aja ini mainan Mamap..  Kita kan udah berusaha.. tinggal doanya saja yang ditambah..." demikian nasehat-nasehatnya.. 

Juga... anak anak yang selalu menghibur... "Don't give up Mamap... never give up.. okay?!" kata Rafi suatu hari sambil memeluk saya.

Kalau Raisha lain lagi "Mamap... why you looks so sad... mau Raisha beliin mainan?" tanyanya kalau mulai lihat wajah saya agak nekuk sedikit hahahah... 

Alhamdulillah...pelan pelan dapat juga kualitas pengrajin yang hampir mendekati yang saya inginkan.. Karena tidak akan pernah sama hasil kerja Handmade dengan hasil kerja mesin. Disitulah letak keunikan sebuah seni dan kerajinan tangan. 

Tinggal mengerjakan PR - PR lainnya... 

By the way... kepanjangan yaa booo curhatnya...hihihi.. tapi saya beruntung pada akhirnya saya tidak memutuskan untuk memproduksi Angsadua di Cina.. karena sekarang kalau masuk Mall saya agak shock setiap lihat made in-nya selalu tertulis "Made In China" Dari harga yang murah sampai yang mahal.. 

Nah... ini dia buah karya asli Indonesia... dari kain, kulit sampai tenaga kerja... Memang tidak seragam dengan yang teman teman dapati di Mall tapi di situlah letak keunikannya.. Handmade tidak akan sama dengan hasil pabrikan, Berbeda...ada 'nafas' Nusantara tercinta di setiap produk Angsadua. 

Soal kualitas...Hmm gak kalah doong ;) 


Kode Barang: Angsadua Kimmy - Dompet Organizer Multifungsi
Tenun Lawas Maumere
Kulit Sapi premium 
Dengan tali handle yang nyaman dibawa bawa
Tersedia kantong untuk handphone; 
Iphone, Samsung dan Merk lainnya berbagai ukuran 
Tersedia tempat Lipstik
Size: P 21,5 T 11.5 cm 

Harga Rp. 1.250.000


Bagian dalam Kimmy


Kode Barang: Angsadua Kimmy - Dompet Organizer Multifungsi
Tenun Pahikung 
Kulit Sapi premium 
Dengan tali handle yang nyaman dibawa bawa
Tersedia kantong untuk handphone; 
Iphone, Samsung dan Merk lainnya berbagai ukuran 
Tersedia tempat Lipstik
Size: P 21,5 T 11.5 cm 

Harga Rp. 1.250.000



Tidak ada komentar:

Posting Komentar